Urusan Cetak Gol, Sassuolo Lebih Hebat dari Atalanta dan Bayern

Football5Star.com, Indonesia – Sassuolo memang hanya menuai hasil imbang 3-3 dengan Torino pada lanjutan Serie A, Sabtu (24/10/2020) dini hari WIB. Namun, hal itu tak membuat gelandang Filip Djuricic kecewa. Dia menilai torehan 3 gol di gawang Il Toro adalah prestasi tersendiri.

“Hari ini sungguh sulit. Sebelum laga, kami tahu mereka sangat kuat dan sangat terorganisasi. Kami menyerang dengan baik dan berhasil mencetak 3 gol lmelawan tim dengan pertahanan kuat,” urai Filip Djuricic setelah laga Sassuolo vs Torino seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Torehan 3 gol pada laga lawan Torino dalam lanjutan Serie A itu pun punya makna tersendiri. Itu jadi prestasi tersendiri bagi Sassuolo. Tim asuhan Roberto De Zerbi jadi yang terbaik dalam urusan mencetak banyak gol pada satu laga pasca-lockdown.

Laga lawan Torino adalah kali ke-10 Sassuolo mencetak setidaknya 3 gol dalam laga Serie A sejak kompetisi digulirkan kembali pada Jni silam. Sebelumnya, mereka melakukan hal serupa terhadap Inter Milan, Hellas Verona, Fiorentina, Lecce, Juventus, Genoa, Spezia, Crotone, dan Bologna.

Getty Images

Bukan hanya di Italia, Sassuolo bahkan yang terbaik dalam urusan ini di lima liga teras Eropa. Mereka lebih baik dari dua tim yang kerap dipuji karena produktivitasnya, yakni Atalanta dan Bayern Munich.

Sejak Serie A digulirkan kembali pada 21 Juni 2020, Atalanta hanya mampu membuat setidaknya 3 gol dalam 7 laga. Sassuolo, Lazio, Udinese, Brescia, Torino, dan Cagliari jadi korban tim asuhan Gian Piero Gasperini itu. Lazio bahkan dua kali dibobol 3 gol oleh La Dea.

Bagaimana dengan Bayern Munich di Bundesliga? Tim asuhan Hansi Flick ternyata hanya sedikit lebih baik dari Atalanta. Mereka mencetak setidaknya 3 gol dalam 8 pertandingan, yakni saat melawan Eintracht Frankfurt, Fortuna Duesseldorf, Bayer Leverkusen, SC Freiburg, VfL Wolfsburg, FC Schalke 04, Hertha Berlin, dan Arminia Bielefeld.

Sassuolo Menggila karena Filosofi De Zerbi

Getty Images

Menurut Djuricic, kegilaan Sassuolo dalam menjebol gawang lawan tak terlepas dari filosofi permainan yang diusung pelatih Roberto De Zerbi. Mereka mengusung sepak bola ofensif yang kadang berisiko kebobolan banyak gol juga.

“Pelatih memilih gaya sepak bola ini. Kami harus berjuang keras, tapi semua orang bergembira saat melihat kami bermain,” ujar Djuricic soal Sassuolo yang mencetak 3 gol, tapi kebobolan 3 gol pula oleh Torino.

Meskipun kerap mencetak 3 gol atau lebih dalam satu laga, pertahanan Sassuolo memang terbilang rapuh. Pasca-lockdown, tim asuhan De Zerbi hanya sekali clean sheet, yakni saat menang 5-0 atas Genoa pada pekan ke-37 Serie a musim lalu. Mereka juga kebobolan tak kurang dari 3 gol saat melawan Atalanta, Inter Milan, Hellas Verona, dan Juventus.

AtalantaBayern MunichLiga ItaliaRoberto De ZerbiSassuoloserie aTorino