Uty, JKT48 dan Sepak Bola

Football5star.com, Indonesia – Dwi Putri Bonita adalah member JKT48 generasi kedua. Hampir enam tahun berada di JKT48, pada Oktober 2018, Uty – sapaan akrabnya – memutuskan untuk graduate, lulus.

Uty adalah eks member JKT48 yang paling dekat dengan dunia sepak bola. Menurut dia, hanya dia ketika di JKT48 yang paling menyukai sepak bola. Ia bahkan sering curi-curi kesempatan untuk bisa menonton sepak bola saat latihan atau saat show.

Sedekat apa Uty dengan sepak bola? Kami menemui Uty pada Sabtu, 22 Desember 2018 di salah satu kafe di Kemang, Jakarta Selatan.

Sebagai eks member JKT48 yang hampir setiap hari ada show di theater, kadang ada jadwal pertandingan sepak bola yang berbarengan dengan jadwal show. Lalu, apa Uty pernah nonton bola di Theater?

Pasti pernah. Jadi, dulu kan, ada pertandingan Pukul 7 malam dan theater mulai pukul 7 malam dan mumpung kuota masih banyak, jadi aku streaming pas tampil. Pas break untuk minum dan segala macam, aku nonton sambil benerin rambut. Handphone didiamkan aja tuh sampai ada yang bilang, “Ini hape siapa?”. Terus joget lagi kan ke depan (panggung), lalu istirahat lagi sambil nonton bola. Kadang ada member lain yang bilang, “Apaan sih lu, aneh banget. Nonton bola di sela-sela theater.”Ya gak masalah, kan, namanya juga memantau.

Nah, karena pernah nonton sepak bola di dalam Theater, apakah sempat ada kejadian yang tidak menyenangkan saat nonton bola di theater? Misalnya kena marah atau kejadian lain gitu?

Kalau dimarahi enggak. Paling dikatain, “Ngapain sih nonton bola. Mendingan lu hafalin lagu, hafalin koreo.” Terus pas latihan emang salahku, sih nonton bola pas latihan. Cuma kan aku belajar gak bisa kayak langsung ingat, jadi butuh refreshing sambil belajar. Cuma memang gak bisa, caranya beda.

Sebagai Member JKT48 yang punya banyak penggemar, sudah barang tentu Uty pernah mendapatkan hadiah dari fans. Ada gak sih fans Uty yang kasih hadiah sebuah barang yang berhubungan dengan sepak bola?

Pernah. Banyak banget. Jadi, ada satu fans aku dan suka Manchester United. Dia juga tahu kalau aku suka Manchester United. Jadi, dia kalau saat handshake selalu kasih tiga jersey Manchester United. Terus tiap aku ulang tahun, dia kasihnya lima (jersey). Kalau ditotal semua, saat ini mungkin sudah ada 40-an jersey kali ya. Pernah dapat syal dan spanduknya juga. Semua masih disimpan.

Enam tahun menjalani kehidupan sebagai seorang idol, Uty jelas mengerti suka dukanya. Menurut Uty, ada kesamaan gak antara pesepak bola dan seorang idol?

Pribadi

Uty: Ada. Tentang perjuangan. Bedanya, kalau idol berjuang untuk grup, sedangkan pesepak bola berjuang untuk Klub atau Timnas. Ada lagi soal kritikan dari netizen. Sama pedasnya, yakin aku.

Bila JKT48 adalah klub bola, maka menurut Uty, JKT48 itu kayak klub apa, sih?

Kalau lokal, JKT48 mungkin Persib Bandung, atau Persija Jakarta karena fansnya banyak. JKT48 itu kan dari awal, merintis banget, hingga kini sudah terkenal banget. Yang pasti JKT48 gak bisa disamakan dengan Manchester United. Mungkin Real Madrid, dream team.

Kalau Uty adalah seorang pelatih dan ingin membentuk tim yang para pemainnya berasal dari JKT48, siapa saja yang akan Uty pilih?

Dari kiper, yang paling tinggi Desy (Maria Genoveva Natalia Desy Purnamasari Gunawan) cadangannya Okta (Ayu Syafira Oktaviani). Kalau striker yang galak-galak, nih. Kayak Kak Kinal (Devi Kinal Putri) – eks member – atau Kak Melody (Melody Nurramdani). Kalau gelandangnya mungkin Kak Saktia (Saktia Oktapyani), kasih dia aja. Kasihan dia. Kalau bek kasih yang lucu-lucu, kayak Yupi (Cindy Yuvia). Jadi kalau ada yang mau cetak gol, ada Yupi, mungkin dia kayak “Jangan-jangan, kasihan.” Hmm, Dudud (Sinka Juliani) juga boleh, Dudud ‘kan kuat. Kak Ikha (Riskha Fairunissa) atau Kak Lidya (Lidya Maulida Djuhandar) yang kuat, yang sangar-sangar. Tukang pukul.

Comments
Loading...