Van Gaal Kaku, Memphis Dan Martial Jadi Melempem

Mantan bek Manchester United, Paul Parker menilai, Memphis Depay dan Anthony Martial merasa tidak bahagia bermain di bawah asuhan manajer Louis van Gaal yang dikenal punya gaya melatih yang ketat.

Van Gaal membawa Man. United finis di urutan keempat klasemen Premier League musim lalu. Saat ini, Setan Merah bercokol di posisi ketiga dengan selisih hanya satu poin dengan Manchester City yang memuncaki klasemen.

Banyak kritik yang dialamatkan kepada Man. United lantaran permainannya yang monoton. Parker pun menganggap instruksi Van Gaal terhadap para penyerangnya kurang fleksibel.

Penampilan Memphis banyak dikritik lantaran dianggap kurang menonjol seperti saat masih memperkuat PSV Eindhoven. Sementara itu, Martial yang tampil impresif pada awal kariernya bersama Setan Merah, belakangan cenderung meredup.

“Sir Alex Ferguson tahu bagaimana mengatur para pemainnya. Saat skuatnya berubah, dia juga harus menyesuaikan dengan gaya permainannya,” seru Parker, seperti dilansir Eurosport.

“Dia melakukannya dan itu sebabnya dia bisa membawa Manchester United meraih titel juara Premier League pada 2013. Apakah dia menikmati itu? Tidak, tetapi dia melakukan itu,” sambungnya.

“Ketika Louis van Gaal datang ke United, saya berpikir dia juga akan fleksibel. Tetapi, kami sekarang menghadapi situasi di mana ada banyak pemain yang tidak senang dan mempertanyakan mengapa mereka bermain jelek,” kata Parker.

“Saya melihat Martial dan khawatir kepadanya. Dia terlihat seperti bocah yang tidak bisa tersenyum lagi. Dia tidak terlihat nyaman dengan permainannya,” ungkapnya.

“Performa yang ditunjukkan Memphis saat ini bukan karena dia baru bermain di Premier League. Dia merasa seperti kambing hitam. Dia ada di negara yang relatif mirip dengan tempat asalnya, tetapi merasa seperti berjarak jutaan mil jauhnya,” tutup Parker.

Comments
Loading...