VAR di Liga Champions Afrika Tidak Berfungsi, Pemain Ngamuk

Football5star.com, Indonesia – Pengunaan VAR di kompetisi Eropa sejauh ini berjalan baik-baik saja. Tapi hal tersebut tidak berlaku di dataran Afrika, terutama di kompetisi Liga Champions Afrika. Bayangkan saja, teknologi tersebut tidak berfungsi sama sekali di laga final yang mempertemukan Wydad Casablanca melawan Esperance.

Final Liga Champions Afrika yang mempertemukan klub Maroko dan Tunisia tersebut berlangsung dua leg. Ketika bermain di kandang Wydad keduanya berbagi angka 1-1. Dan di sana penggunaan VAR berfungsi dengan sempurna.

Tapi pada leg kedua yang berlangsung di markas Esperance, teknologi yang baru digunakan 2017 lalu itu justru tidak bisa digunakan. Puncaknya pun terjadi saat pemain tim tamu, Walid El Karti, mencetak gol penyama kedudukan setelah sebelumnya tuan rumah berhasil unggul.

esperance vs wydad
bbc.com

Wasit kemudian menganulir gol tersebut karena menganggap sudah terjadi pelanggaran terlebih dulu. Tidak terima dengan keputusan itu para pemain Wydad meminta sang pengadil untuk melihat VAR dalam mengambil keputusan.

Kendati sudah terpasang dengan sempurna di pinggir lapangan, VAR tersebut nyatanya mati. Parahnya para pemain tidak mengetahui hal itu sedangkan wasit dan pejabat Asosiasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang hadir di stadion tahu masalah tersebut.

Alhasil wasit asal Gambia membutuhkan waktu selama 30 menit untuk berdiskusi dengan presiden CAF, Ahmad Ahmad. Adapun 60 ribu penonton yang memadati stadion pun harus menunggu hingga menit 95 untuk menyaksikan pertandingan dilanjutkan lagi.

Setelah melalui proses diskusi yang sangat panjang wasit akhirnya tetap pada pendiriannya bahwa gol Wydad tidak sah. Skor 1-0 untuk kemenangan Esperance pun bertahan hingga akhir laga dan mereka berhasil meraih juara Liga Champions Afrika untuk keempat kalinya.

Comments are closed.