Viking Frontline: Ada Salah Persepsi tentang Rivalitas Persib-Persija

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Kasus meninggalnya Haringga Sirila meninggalkan duka mendalam, tak terkecuali bagi kawan-kawan Viking Frontline. Tak hanya duka, kepergian pemuda berusia 23 tahun itu membuat respons publik menggelinding liar bagai bola panas. Terkait hal itu, kami mencoba menemui dan berbincang dengan salah satu pendiri Viking Frontline.

Viking Frontline sendiri didirikan oleh dua pria asal Bandung, Tobias Ginanjar dan Anky Rakhmansyah, pada tahun 2005. Kedua sosok inilah yang kemudian sampai saat ini menjadi pimpinan utama Viking Frontline. Viking Frontline menjadi buah bibir, utamanya sejak 2017, ketika Ricko Andrean, anggota mereka, menjadi korban akibat rivalitas panas Persib-Persija. Tapi kala itu, kawan-kawan Viking Frontline memilih jalan damai dengan menemui Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief, untuk menghentikan kebencian semu ini.

Viking Frontline Persib

Pada Kamis (27/9) kemarin, kami mendapat kesempatan berbincang panjang-lebar dengan Anky Rakhmansyah. Bertemu di Jakarta, kami membicarakan banyak hal mulai dari solusi damai antara rivalitas Persib-Persija, hingga respons Anky terhadap kasus Haringga.

 

Respons atas Kasus Haringga Sirila

 

Setelah kasus Haringga, bola panas menggelinding liar. Bobotoh kemudian dilabeli publik nasional dengan banyak stigma negatif, salah satunya stigma sebagai pembunuh. Bagaimana respons Viking Frontline terkait ini?

Jujur, itu risih. Saya tidak mau menyebutkan nama, tapi banyak korban meninggal karena kekerasan suporter dan seolah-olah publik lupa hal itu karena kasus ini. Kalau mau bicara data, korban meninggal terbanyak datang dari teman-teman Bonek, walau itu sebagian besar karena kecelakaan. Kasus ini bisa menimpa siapa saja, jadi tidak bisa karena satu kejadian, publik menggeneralisir bahwa semua Bobotoh adalah pembunuh.

Terkait sikap manajemen Persib merespons kasus yang menimpa klub dan suporternya, apakah menurut Viking Frontline sudah tepat?

Sudah lumayan bagus, karena mereka tidak tutup mata. Manajemen juga meminta maaf dengan jantan terkait masalah ini. Persib sendiri sudah melakukan acara tabur bunga, lalu kawan-kawan Viking melakukan acara doa bersama. Jadi, ya, respons manajemen sudah sangat tepat. Pak Kuswara (Kuswara Taryono) adalah pengacara, dia tahu hukum, jadi dia tahu pasti efek kasus iniJuga Wak Haji (Umuh Muchtar) yang pasang badan dan siap berbesar hati menerima sanksi apapun untuk Persib.

 

Perdamaian Suporter, Mungkinkah?

 

Tentang solusi damai antara Persib-Persija, mungkin terjadi tidak? 

Ada salah persepsi dari apa yang disampaikan Mang Ayi (almarhum Ayi Beutik) kala itu. Ketika Mang Ayi bilang, “Biarkan permusuhan (Persib-Persija) ini abadi”, saya yakin itu bukan dengan melegalkan kekerasan apalagi sampai pembunuhan. Kawan-kawan, siapapun, jangan salah tangkap lah dengan maksud dari kutipan Mang Ayi. Saya pribadi mendukung perdamaian antar-suporter (terutama setelah kasus Ricko dulu), tapi kalau untuk tetap jadi rival di atas lapangan dengan Persija, itu memang jangan berhenti.

 

Kompetisi yang Dihentikan, hingga Edukasi Suporter

 

Kompetisi dihentikan sementara sampai waktu yang tak ditentukan, bagaimana tanggapannya?

Ini sangat reaktif, ya. Kenapa tiba-tiba banyak yang ingin liga dihentikan? Menurut saya pribadi, ini karena beberapa hal. Pertama, Persib sedang ada di posisi pertama. Kedua, Bobotoh jadi pelaku pembunuhan. Ketiga, Glenn Sugita jadi Direktur PT. LIB. Lagipula, siapa yang ngehargain sih Persib saat ini tengah memimpin klasemen? Setelah musim lalu tampil buruk, perekrutan pemain di awal musim juga banyak diprotes, tapi sekarang justru memimpin liga. Persib enam poin di atas PSM, delapan poin di atas peringkat 3-6. Jadi, ya, menurut saya, banyak kepentingan berperan di keputusan menghentikan liga.

Terkait sinergi klub dan suporter serta wacana edukasi suporter, itu utopis tidak, sih?

Sangat utopis, menurut saya. Kami di Viking Frontline sendiri, jujur, tidak pernah mengedukasi teman-teman yang lain secara khusus. Karena, ya, kami semua tahu batasannya. Kami tahu mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan. Karena kami beberapa kali sering ngumpul, jadi ya kami tahu karakter masing-masing. Lagipula, dengan datang ke stadion sebagai suporter, mengutip ucapan Zen RS ya, mereka akan menjadi orang yang jujur dengan sendirinya. Di stadion, semua orang menjadi jujur. Misal, saya menonton Persib, saya kesal, lalu mengumpat. Itu tidak mendidik ya, tapi itu jujur. Saya rasa selevel Gubernur pun akan begitu kalau menonton Persib di stadion. Dan, ya, kejujuran saat ke stadion itulah yang saya rasa lebih penting daripada melakukan kekerasan.

Tapi terkait akar bawah, bagaimana? Perlu edukasi, kan?

Kalau itu, memang rumit. Saya sendiri tidak pernah membaca ada buku berjudul “Panduan Menjadi Suporter yang Baik”. Menurut saya, itu alamiah saja. Kalau kita dididik dengan baik secara sosial dan di keluarga, saya rasa mau akar bawah atau pucuk pimpinan suporter tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi terkait kekerasan, pengeroyokan, sampai pembunuhan yang itu sangat enggak banget, ya.

Kalau di Viking Frontline sendiri, bagaimana?

Tidak pernah sama sekali. Kami tidak pernah bermasalah terkait kekerasan sejak awal berdiri sampai saat ini. Alhamdulillah ya, mungkin karena kami mengenyam bangku sekolah dengan layak dan benar ya.

 

Langkah Nyata Mengatasi Rivalitas dan Bayangan Sanksi untuk Persib

 

Jadi apa kira-kira langkah nyata buat mengatasi rivalitas Persib-Persija?

Saya setuju anti-kekerasan. Jadi ya, saya setuju adanya kampanye damai. Lagipula, ini jujur, susah mengedukasi hal basic seperti jangan membunuh, jangan melakukan kekerasan, jangan merugikan orang lain. Ini sederhana sekali, tapi kalau untuk mengedukasi suporter, bahasanya utopis betul. Yang diperlukan adalah Heru Joko (Ketua Viking Persib Club) dan Bung Ferry (Ketua Jakmania) turun ke perbatasan masing-masing dan mengampanyekan anti-kekerasan. Karena mereka berdua punya pengaruh. Daripada Kapolda Jawa Barat (Jabar) yang turun ke akar bawah, ya itu saya yakin gak ngaruh. Lebih efektif dilakukan Heru Joko, dibanding misal Kapolda Jabar.

Oke terakhir, dua minggu tanpa liga, apa yang kira-kira akan terjadi bagi Persib?

Saya setuju dengan Gomez (pelatih Persib), bahwa ia tetap ajak pemain untuk berlatih. Terkait sanksi, lebay itu yang bilang degradasi, karena setahu saya tidak ada di regulasi PT.LIB. Tapi untuk sanksi berat terkait denda dan misal laga kandang tersisa musim ini tanpa penonton, saya rasa itu yang paling memungkinkan terjadi untuk Persib.