Wasit Final Piala Dunia 1990 Ungkap Pengakuan Mengejutkan

Football5Star.com, Indonesia – Edgardo Codesal adalah musuh publik sepak bola Argentina. Wasit berdarah Uruguay tapi berpaspor Meksiko itu dianggap telah merampok timnas Argentina pada final Piala Dunia 1990 melawan Jerman Barat. Selama bertahun-tahun, teror terus didapatkan pria yang kini berumur 69 tahun itu.

Selain mengartu merah Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti, Codesal dianggap berat sebelah. Faktanya, dia tak memberikan penalti saat kaki Gabriel Calderon digaet Lothar Matthaeus di kotak penalti. Namun, giliran Rudi Voeller jatuh di-tackle Roberto Sensini, dia malah menunjuk titik putih. Penalti itu pula yang akhirnya jadi penentu hasil akhir.

Tiga dekade berlalu, Codesal hidup dengan cap sebagai musuh sepak bola Argentina. Sebuah pengakuan mengejutkan akhirnya terlontar dari mulutnya. Diam-diam. dia ternyata pendukung La Albiceleste.

Edgardo Codesal dinilai sangat merugikan timnas Argentina pada final Piala Dunia 1990.
standard.co.uk

“Saya akan sangat senang bila Argentina menang karena hal yang saya alami ini, demikian pula dengan keluarga saya. Di samping itu, karena saya punya begitu banyak sahabat di Argentina,” ujar Edgardo Codesal kepada ESPN Radio Formula seperti dikutip Football5Star.com dari Todo Noticias.

Codesal lantas mengisahkan pengalaman unik pada gelaran Piala Dunia 1986 yang digelar di negaranya, Meksiko. Dia mengaku berada di stadion untuk mendukung timnas Argentina yang kala itu juga menghadapi Jerman Barat.

“Saat final, saya ada di stadion bersama wasit Carlos Esposito. Kami merayakan setiap gol. Kami datang sebagai fan meskipun dia pada gelaran Piala Dunia itu bertugas juga sebagai asisten wasit,” urai Codesal lagi.

Lebih lanjut, Egdardo Codesal mengungkapkan trauma yang dialaminya setelah final Piala Dunia 1990. Dia mengaku tak pernah mau diwawancara oleh media Argentina karena tak henti mendapatkan teror di jejaring sosial hingga ke ponselnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More