Wawancara Eksklusif Pelatih Persija, Sergio Farias

Football5Star.com – Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, baru-baru ini mengungkapkan banyak hal saat diwawancarai Football5Star. Dia bicara dari mulai persaingannya dengan Shin Tae-yong, sampai dengan kualitas pemain Indonesia.

Musim ini jadi tahun perdana buat Sergio Farias berkarier di Indonesia. Tapi, dia pernah sukses besar saat melatih tim Korea Selatan, Pohang Steelers. Dia pernah meraih juara K-League, Liga Champions Asia, hingga meraih peringkat ketiga di Piala Dunia Antar-klub.

Nah, baru baru ini Football5Star.com berkesempatan mewawancarai Sergio Farias secara eksklusif.

Berikut petikan wawancaranya:

Halo coach, Liga 1 kabarnya akan berhenti dan diganti turnamen pada September, bagaimana pendapat Anda?

  • Ya itu pilihan cerdas.

Kapan kamu kembali ke sini, bagaimana virus corona di Brasil, apakah liga berhenti juga?

  • Saya memiliki kontrak hingga Desember jadi saya akan hadir ketika klub memintanya, beberapa kota di Brazil berlakukan lockdown, di Brasil kompetisi akan dimulai pada September seperti yang disarankan oleh FIFA

Saat di Korea, Anda bertarung dengan Shin Tae-yong saat dia menangani Seongnam Ilhwa Chunma, kamu beberapa kali kalah dengan dia. Bagaimana pendapatnya?

Sergio Farias Soal Shin Tae-yong: Saya Menangi Semuanya di Korsel!
  • Saya berada di korea selama 5 tahun, saya memenangkan semua kompetisi di negara ini dan di benua itu, kami hanya bertemu dua kali. Saya ingat saat itu saya hanya bisa menggunakan banyak pemain cadangan karena cedera. Tapi, menurut saya dia pelatih yang baik.

Sekarang dia melatih di Timnas Indonesia. Apa pendapatmu?

  • Dia adalah pelatih yang baik, tetapi dalam sepak bola itu penting untuk memiliki prestasi, masa depan akan memberi tahu Anda jika Anda melakukan pekerjaan dengan baik!

Anda pernah melatih di Thailand bersama Suphanburi. Bedanya Apa yang Anda lihat dari kultur sepak bola ASEAN?

  • Para pemain tidak memiliki basis pelatihan yang baik, mereka pemain dengan kualitas teknis alami yang baik, tetapi mereka tidak mendominasi 4 fase permainan yang merupakan organisasi ofensif, transisi defensif, organisasi defensif dan transisi ofensif

Apakah kontrak semusim cukup? di Persija tekanan begitu besar, musim lalu ada 3 pelatih yang dipecat.

Sergio Farias, pelatih Persija
  • Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan musim lalu, tetapi Anda tidak boleh menandatangani kontrak pemain tanpa partisipasi pelatih, dan kesalahan ini terjadi sebelum kedatangan saya, tujuan saya adalah kembalikan mereka ke Asia, jika klub tidak memperbaiki kesalahan ini saya tidak akan melanjutkan di klub, klub perlu mengatur dirinya sendiri untuk mencapai prestasi.

Persija musim ini banyak datangkan pemain bintang. Apakah jadi tekanan buat Anda, Sergio Farias?

  • Saya tidak peduli dengan latar belakang pemain, saya ingin kinerja.

Ada pemain yang ingin kamu rekomendasikan?

  • Klub tidak memiliki tempat untuk pemain baru karena itu tergantung pada naturalisasi Marc klok

Kalau Klok sudah dinaturalisasi, siapa yang mau didatangkan?

  • Tim tidak seimbang karena memiliki serangan yang bagus tetapi tidak membuat transisi yang baik juga. Mereka juga kadang salah dalam transisi bertahan karena penyerang tidak melakukan transisi defensif yang baik, saya percaya bahwa playmaker yang baik akan menyelesaikan masalah keseimbangan ini

Bagaimana dengan Ryuji Utomo? Dia sempat dipuji pelatih Geylang..

  • Dia pemain yang bagus, tapi harus berkembang dalam latihan.

Dia punya tubuh berotot, kayanya jarang deh liat pemain Indonesia punya badan kaya dia?

  • Ya dia sangat memperhatikan tubuhnya. Ada campuran darah Indonesia dan Jepang dalam genetik badannya.

Apa yang perlu dia perbaiki?

  • Bek harus mendominasi organisasi pertahanan dan ikut dalam transisi menyerang. Mereka harusnya mempelajari ini saat masih muda, sepak bola tak memiliki dasar ini di klub. Jika pemain cerdas dia akan berkembang sebagai pemain hebat.

Tapi dengan keahliannya, apa dia layak main di luar negeri? Menurut Coach Sergio Farias, siapa pemain Indonesia yang pantas main di Luar negeri, seperti Thailand atau Korea?

  • Thailand dan Korea adalah pasar yang berbeda dan dengan level yang berbeda, di Thailand saya percaya mungkin banyak pemain Indonesia yang akan bermain di sana, karena memiliki tingkat yang sangat dekat dengan Indonesia. Sedang di Korea memiliki sepak bola yang menggabungkan kekuatan dan teknik, saya belum melihat pemain Indonesia punya hal itu.

Kompetisi Thailand lebih baik dari Indonesia. Setuju kah?

  • Saya tidak berpikir demikian. Pemain Thailand tidak memiliki pelatihan dasar seperti pemain Indonesia, sehingga mereka memiliki kesulitan yang sama dengan pemain Indonesia untuk menguasai 4 tahap permainan yang saya bicarakan sebelumnya.

Terima Kasih atas waktunya! Semoga berhasil ya di Persija.

  • Klub memiliki potensi untuk tumbuh, tetapi sedang dibangun ulang, saya dapat membantu dengan pengalaman saya, virus mengganggu sedikit, mari kita tunggu sampai masalah ini berlalu!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More