Wenger Anggap Kritik Fans seperti Ramalan Cuaca

Kritik dari fans seperti sudah jadi rutinitas Arsene Wenger setiap musimnya. Saking kebalnya, manajer Arsenal itu menganggap kritik tersebut seperti layaknya ramalan cuaca.

Kritik selalu menghinggapi Wenger setiap musimnya karena Arsenal kerap gagal bersaing memperebutkan gelar juara Premier League. Bahkan selama periode puasa gelar sembilan tahun lamanya, kritik itu kian kencang menghantam Wenger.

Dua gelar Piala FA yang direbut dalam dua musim belum cukup untuk memuaskan dahaga fans akan gelar bergengsi. Musim ini pun kritik masih sama kencangnya mengarah kepada Wenger.

Jika di awal musim karena minimnya aktivitas belanja klub, kini Wenger dikritik karena menurunnya performa tim setelah pergantian tahun. Sempat berada di puncak klasemen, Arsenal kini melorot ke urutan ketiga dan tercecer dari persaingannya dengan Leicester City dan Tottenham Hotspur.

Bahkan ada yang meminta Wenger mundur jika saja The Gunners finis di belakang kedua tim tersebut. Namun, Wenger tak mengacuhkan kritik itu dan menganggap hal itu wajar karena selalu terjadi setiap musimnya.

“Publik mempunyai opini tapi itu hanyalah opini. Anggap saja mereka seperti ramalan cuaca. Saya sudah memberikan yang terbaik dan melaksanakan tugas saya. Tugas saya adalah mengeluarkan potensi tim semaksimal mungkin dan saya selalu berfokus terhadap hal itu,” kata Wenger seperti dikutip Soccernet.

“Apa yang membuat saya marah adalah kekalahan tim. Hal itu membuat saya marah dan frustrasi. Reaksi–saya tahu ekspektasinya seperti apa. Kalau anda mempunyai hal yang sama pada akhirnya tak ada yang perlu dipedulikan,” sambungnya.

“Hidup tidaklah hitam dan putih. Hidup penuh dengan nuansa. Apa yang diharapkan adalah mempersembahkan hal-hal terbaik kepada tim hingga akhir musim. Tentunya itu menuntut penampilan terbaik di setiap pertandingan,” pungkas dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More