Weston McKennie Yakin Tak Dihukum karena Justice For George Floyd

Football5Star.com, Indonesia – Weston McKennie, bintang muda FC Schalke 04, yakin tak akan dihukum karena menyuarakan Justice for George Floyd pada laga melawan Werder Bremen. Jikapun hukuman tetap dijatuhkan, dia pun tak ambil pusing.

Pada laga melawan Werder Bremen, Weston McKennie membuat geger. Dia memakai ban hitam yang ditimpa selotip dengan tulisan “Justice for George”. Itu adalah dukungan morel untuk George Floyd, seorang pria kulit hitam yang tewas karena lehernya ditekan lutut polisi kulit putih di Amerika Serikat.

Weston McKennie yakin kampanye Justice for George Floyd tak akan membuat dirinya terkena sanksi.
Getty Images

Hal yang dilakukan McKennie melanggar aturan yang berlaku. Para pemain dilarang membawa pesan politik, agama atau slogan pribadi. Sang pemain mengaku tahu betul hal tersebut. Namun, dia tak mengindahkan peraturan itu dan memilih mengekspresikan sikapnya.

“Wasit (Felix Zwayer) memintaku melepas ban itu sebelum pertandingan. Dia mengatakan, pesan politik tak diizinkan. Aku tak mau melepas dan tak mau peduli soal itu. Kami juga pernah memakai ban untuk menghormati para korban Virus Corona. Jadi, kenapa ini tak boleh?” urai Weston McKenie seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Lebih lanjut, gelandang berumur 21 tahun itu mengungkapkan, “Aku katakan kepada wasit, ‘Anda bisa melakukan apa yang Anda mau, tapi aku tak akan melepasnya!’ Rekan-rekan dan klub mendukung hal yang kulakukan itu sepenuhnya.”

Bukan Pesan Politik

Jadon Sancho juga menyuarakan Justice for George Floyd saat Borussia Dortmund menggasak SC Paderborn.
sportbuzzer.de

McKennie menilai kampanye Justice for George Floyd yang juga dilakukan Jadon Sancho, Achraf Hakimi, dan Marcus Thuram tak masuk kriteria pelanggaran. Dia menekankan, itu adalah bagian dari kampanye antirasialisme yang digaungkan sepak bola.

“Aku mengerti aturan yang berlaku. Contohnya, aku tak akan memakai ban dengan tulisan ‘Jangan pilih Trump!’ Itu terlalu politis bagiku. Namun, ini bukan pesan politik. Ini lebih dari itu. Ini adalah sesuatu yang sesuai dengan keyakinanku. Aku hanya mengungkapkan perasaanku. Sebagai orang Amerika, aku punya kewajiban melakukan hal ini,” ujar McKennie lagi.

Atas dasar itu, Weston McKennie yakin tak akan ada hukuman yang dijatuhkan kepada dirinya. “Aku yakin FIFA dan DFB juga mendukung ide ini. Liga dan asosiasi selalu menyuarakan aksi ‘Tidak kepada rasialisme’. Semua orang seharusnya mendukung pesan kami. Perlu dukungan seluruh dunia untuk membuat perubahan. Ini lebih besar dari sepak bola. Ini tentang masalah global: rasialisme,” ucap dia lagi.

Dukungan FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino mendukung kampanye yang dilakukan Weston McKennie dkk.
dobleamarilla.com.ar

Weston McKennie tak bertepuk sebelah tangan. FIFA melalui Presiden Gianni Infantino sudah memberikan dukungan. Pria asal Swiss itu mengatakan, kampanye Justice for George Floyd sesuai dengan napas FIFA terkait isu rasialisme.

“Untuk menghindari keraguan, pada kompetisi yang digelar FIFA, demonstrasi yang dilakukan para pemain di Bundesliga pantas mendapatkan tepuk tangan, bukan hukuman,” kata Gianni Infantino mendukung langkah McKennie cs. seperti dikutip Sportbuzzer.

Dia lebih lanjut mengatakan, “Kami semua harus mengatakan tidak kepada rasialisme dan segala bentuk diskriminasi. Kami harus mengatakan tidak kepada kekerasan. Semua bentuk kekerasan.”

DFB pun berhati-hati dalam menyikapi kampanye Justice for George Floyd yang dilakukan McKennie dkk. Wakil Presiden DFB, Rainer Koch, mengatakan pihaknya tak akan gegabah dan tergesa-gesa. Dia pun mengisyaratkan lebih mengedepankan soal kepatutan.

“Masih perlu dilihat apakah akan ada sanksi terhadap kasus ini. Penyelidikan komisi disiplin akan lebih mengarah pada apakah pertandingan dan lapangan merupakan tempat yang tepat untuk aksi-aksi seperti ini,” ujar Koch soal aksi yang dilakukan Weston McKennie dkk.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More