Wonderkid Barcelona, Ansu Fati, Sempat Diperlakukan Buruk oleh Sevilla

Football5Star.com, Indonesia – Ansu Fati saat ini masih menjadi buah bibir setelah menjalani debut bersama Barcelona pada umur 16 tahun. Banyak pihak, termasuk pelatih pertamanya di Akademi Sepak Bola Herrera, memberikan sanjungan. Dia dinilai sangat tenang dan matang.

Di balik segala kisah menarik soal wonderkid Barcelona itu, terselip sebuah fakta menyedihkan. Hal itu dituturkan ayah sang pemain, Bori Fati. Saat mengisahkan perjuangan anaknya, dia menyebut perlakuan buruk Sevilla dan Monchi yang saat itu menjabat direktur olahraga di sana.

Ansu Fati sempat diperlakukan buruk oleh Sevilla setelah memtuskan bergabung dengan Barcelona.
as.com

Berkat talenta apiknya, Ansu Fati sudah menarik perhatian klub-klub besar saat masih sangat belia. Bukan hanya Barcelona, Real Madrid pun jatuh hati kepada anak asal Guinea-Bissau tersebut. Pada umur 9 tahun, Bori dan Ansu akhirnya menjatuhkan pilihan untuk bergabung dengan El Barca.

Saat itu, Ansu Fati masih bernaung di Akademi Sevilla. Tak ayal, putusan tersebut membuat Monchi marah. “Ketika Sevilla mengetahui hal itu, mereka marah besar. Monchi nenanyakan kepada saya berapa besar tawaran dari Barcelona. Dia ingin Ansu menandatangani kontrak dengan Sevilla,” kisah Bori Fati seperti dikutip Football5Star.com dari El Desmarque.

BoriFati lantas menambahkan sebuah fakta mengejutkan. “Mereka lantas membiarkan dia tak bermain selama setahun. Padahal, saat itu, dia hanyalah bocah berumur 9 tahun,” kata dia.

Menurut Bori Fati, putusan menerima tawaran Barcelona bukan karena jumlahnya sangat besar. “Kami saat itu berada di Sevilla dan Real Madrid memberikan tawaran lebih besar dari Barca untuk anak saya. Namun, kami memilih Barcelona karena mereka datang ke rumah untuk meyakinkan saya. Albert Puig datang ke rumah dan mengatakan, anak saya harus bergabung dengan Barcelona,” urai dia lagi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More