Yang Harus Kamu Ketahui Soal Cedera Dislokasi Bahu Salah

Football5Star.com, Indonesia – Mohamed Salah harus mengakhiri laga final Liga Champions dengan tangisan. Ia terpaksa ditarik keluar setelah mengalami cedera dislokasi bahu setelah berbenturan dengan bek Los Blancos, Sergio Ramos.

Lalu, apa sebenarnya cedera dislokasi bahu itu? Seperti yang dilansir Independent, cedera tersebut terjadi karena adanya bahu yang bergeser dan mengakbitkan pembengkakan hingga membuat seorang pemain tidak bisa menggerakkan sendi-sendinya.

Ketika terjatuh, Salah terlihat meringis kesakitan sambil memegangi bahunya. Hal itu diakibatkan oleh otot-otot bahunya yang mengalami kejang sampai ke bagian leher dan lengan. Cedera ini juga bisa membuat intensitas rasa sakit seseorang meningkat drastis.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk, penanganan cedera dislokasi bahu ini juga harus dilakukan secara hati-hati. Pemain tidak boleh menggerakkan bahunya dengan sembarangan. Jika hal itu dilakukan maka bisa merusak sendi, ligamen, hingga pembuluh darah.

fcbarcelonaticias.com

Salah satu tindakan yang harus dilakukan adalah mengompres bahu dengan es untuk mengurangi rasa sakit. Apabila tidak mendapat penanganan yang tepat, cedera dislokasi bahu ini bisa menimbulkan risiko komplikasi.

Cedera ini bisa merobek ligament, tendon, hingga otot seorang pemain. Yang paling fatal adalah bisa mengakibatkan kerusakan saraf, pembuluh darah di bahu, hingga menyebabkan cedera kambuhan.

Untuk sembuh kembali, Salah setidaknya harus menunggu 12 hingga 16 pekan. Dengan ajang PIala Dunia yang menyisakan 18 hari lagi, cedera ini bisa membuat peluangnya terbang ke Rusia terkubur.

Comments
Loading...