Yaya Toure: FIFA cuma Omong Kosong Ingin Berantas Rasialisme

Football5star.com, Indonesia – Mantan bintang Manchester City, Yaya Toure, tidak percaya dengan upaya FIFA untuk memberantas rasialisme di sepak bola. Bahkan baginya, induk sepak bola dunia itu hanya omong kosong semata.

Tindakan rasial sudah menjadi masalah di sepak bola tiap tahunnya. Tidak hanya di Eropa, masalah ini juga terjadi di seluruh dunia. Dan setiap tahun pula FIFA berujar untuk memerangi diskriminasi dalam bentuk apa pun.

Akan tetapi, komitmen FIFA diragukan Yaya Toure. Ia justru berujar bahwa orang-orang yang ada dalam induk sepak bola dunia itu tidak peduli dengan masalah rasialisme.

Yaya Toure - Pensiun - Goal
Goal

“Mereka selalu bicara. Blah, blah, blah, lalu apa? Tidak ada yang berubah. Orang-orang di FIFA tidak peduli pada rasialisme karena ketika mereka membicarakan itu, diskriminasi tetap saja berlanjut. Saya tidak bisa bilang saya tidak peduli, saya peduli,” kata Toure kepada AFP, Selasa (29/10/2019).

“Apa yang mereka bilang hanya omong kosong. Tidak ada tindakan nyata yang mereka lakukan di lapangan,” sambung pemain yang baru memutuskan pensiun September lalu itu.

Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada tiga tindakan rasial yang dilakukan suporter pada pemain. Pada kualifikasi Euro 2020 antara Bulgaria vs Inggris, fan tuan rumah menyanyikan chants rasial kepada pemain Inggris.

Sebelumnya di Liga Italia, striker Inter Milan, Romelu Lukaku, mendapat tindakan tak senonoh dari suporter Cagliari. Sedangkan di Liga Champions, penyerang Liverpool, Divock Origi, disambut tak layak oleh fan Genk yang membentangkan spanduk bernada rasial.

Comments
Loading...