Yusuf Yazici, Penakluk AC Milan, Sempat Diskors Trabzonspor 6 Bulan

Football5Star.com, Indonesia – Kejutan besar tercipta pada matchday III Liga Europa, Jumat (6/11/2020) dini hari WIB. Laju AC Milan yang unbeaten dalam 24 laga beruntun terhenti. Di Stadio San Siro, tim asuhan Stefano Pioli dihajar 0-3 oleh Lille OSC berkat hat-trick Yusuf Yazici.

Yazici membuka keran golnya di San Siro lewat eksekusi penalti pada menit ke-20 setelah dirinya didorong dari belakang oleh Alessio Romagnoli di kotak penalti. Adapun dua gol lain dicetak pada babak kedua dengan selang 3 menit, yakni pada menit ke-55 dan 58.

Hat-trick itu punya arti tersendiri. Yazici jadi pemain kedua yang mampu mencetak trigol di kandang AC Milan. Sebelumnya, hanya Rivaldo bersama Barcelona pada 2000 yang mampu melakukan hal itu. Rivaldo mencetak hat-trick di San Siro saat Barcelona imbang 3-3 dengan Milan pada fase grup Liga Champions 2000-01.

calciomercato.com

Bukan hanya itu, Yazici juga masuk jajaran elite di Liga Europa. Dia menjadi pemain ke-6 yang mencetak dua hat-trick pada satu musim di ajang tersebut. Sebelumnya, pemain asal Turki itu juga menjejalkan 3 gol saat Lille bertandang ke markas Sparta Praha pada matchday I.

Siapakah Yazici? Pertama-tama, dia adalah seorang gelandang asal Turki yang lahir pada 29 Januari 1997. Sebelum pindah ke OSC Lille pada musim 2019-20, dia hanya memperkuat Trabzonspor. Dia secara berjenjang membela tim junior klub itu hingga dipromosikan ke tim senior jelang ulang tahun ke-18, tepatnya pada Desember 2015.

Yazici bukanlah pencetak gol ulung. Rekor terbaiknya dalam semusim adalah melesakkan 10 gol bagi Trabzonspor pada 2017-18. Bersama Lille, dia pun hanya mencetak 1 gol dalam 30 laga awal. Namun, kini dia sudah mengemas 7 gol dalam 6 laga terakhir.

Yazici adalah Determinasi

Kisah Yusuf Yazici di sepak bola tidaklah gemerlap dan mulus. Saat di akademi Trabzonspor, dia sempat bermasalah hingga diskors selama 6 bulan. Masa sulit itulah yang membentuk karakter Yazici untuk jadi pejuang sejati yang selalu bangkit setiap kali terjatuh.

“Putusan pelatih saat itu sudah betul. Aku melihat situasi itu sebagai kesempatan untuk kembali dengan lebih kuat. Aku dihukum 6 bulan penuh, tapi aku tak menceritakan itu kepada siapa pun di keluargaku. Aku lalu membuat strategi. Aku gunakan tabunganku untuk membeli peralatan latihan,” urai Yusuf Yacizi seperti dikutip Football5Star.com dari Gazete Futbol.

Getty Images

Yazici menambahkan, “Ketika teman-temanku pergi berlatih, aku berpura-pura ikut. Padahal, aku pergi ke pusat kebugaran. Ketika kamu punya sebuah tujuan dan benar-benar ingin meraihnya, tak ada yang dapat menghentikamu. Aku melakukan yang terbaik dan akhirnya kembali ke tim.”

Sikap gigih dan pantang menyerah itu juga ditunjukkan saat mengalami cedera ligamen lutut pada Desember 2019. Dia bahkan sama sekali tak menyesali benturan dengan Ruben Aguilar dari AS Monaco yang membuat dirinya harus absen hampir enam bulan dan melewatkan 21 pertandingan yang dilakoni Lille.

“Jika dapat mengulangi pertandingan itu, aku akan kembali melakukan duel itu jika memang diperlukan dan sangat mungkin ligamen lututku kembali sobek,” ucap gelandang yang melakoni debut bersama timnas Turki pada 11 Juni 2017 itu.

Yusuf Yazici sempat mengatakan, kata terbaik untuk menggambarkan dirinya adalah determinasi. Namun, sekarang publik sepak bola dunia sepertinya akan lebih mengenalnya sebagai sosok yang menghentikan rekor 24 laga tak terkalahkan AC Milan.

AC MilanLiga EuropaLille OSCYusuf Yazici